Peran Orang Tua Dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Anak(studi kasus di SMA Karya Kasih Parindu)

Orang tua sangat berpengaruh dalam perkembangan perilaku dan sikap mental anak dan anak itu sendiri sangat memerlukan perhatian yang lebih dari orang tuanya. Orang tua dalam mengasuh, membesarkan dan mendidik anaknya, dituntut untuk memberikan yang terbaik, hal ini merupakan suatu tugas mulia yang tentu tidak lepas dari berbagai halangan dan rintangan.

Orang tua terdiri dari ayah dan ibu yang masing-masing memiliki peran yang harus dijalankan dalam kehidupan rumah tangganya, terutama dalam perkembangan pendidikan anak. Anak membutuhkan orang lain dalam perkembangannya dan orang lain yang paling utama dan pertama bertanggung jawab adalah orang tuanya sendiri. Dalam perkembangan kepribadian anak, orang tua mempunyai peranan (tanggung jawab), menurut Singgih D.Gunarsa (1990 : 6) tanggung jawab orang tua adalah :

Memenuhi kebutuhan si anak, baik dari sudut organis-psikologi, antara lain makanan, maupun kebutuhan-kebutuhan psikis, seperti kebutuhan akan perkembangan intelektual melalui pendidikan, kebutuhan rasa dikasihi, dimengerti dan rasa aman melalui perawatan, asuhan, ucapan-ucapan dan perlakuan-perlakuan.

 

Dengan peranan (tanggung jawab) tersebut, jelas orang tua merupakan pendidikan pertama bagi anak-anaknya selain sekolah. Peranan orang tua tersebut sangat diperlukan untuk membantu keberhasilan anak dalam pendidikan terutama perkembangan perilakunya saat berada di sekolah.

Perilaku seorang anak ditentukan oleh orang tuanya, mereka yang nantinya menentukan perilaku anak itu menjadi baik atau buruk. Orang tua memiliki bertanggung jawab penuh dalam perkembangan perilaku dan pendidikan anak-anaknya, maka orang tua tidak dapat menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah.

Dalam sekolah anak perlu mendapat perhatian orang tua, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalaman dan menghargai segala usaha yang dilakukan anak di sekolah dan mengarahkan cara anak belajar di rumah, tidak disita waktu anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Orang tua harus berusaha memberikan motivasi dan membimbing anak dalam belajar.

Sikap anak terhadap sekolah terutama akan dipengaruhi oleh sikap orang tuanya, karena itu anak sangat memerlukan perhatian dan bimbingan orang tua. Hal ini sangat penting mengingat akhir-akhir ini sering terjadi tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dilakukan anak di sekolah, sementara orang tua seolah tidak mau tahu, bahkan cenderung menimpakan kesalahan kepada sekolah.

Anak-anak yang sedang menginjak masa remaja khususnya di SMA perlu memperoleh perhatian khusus dari orang tua dan sebaliknya mereka tidak dibiarkan berkembang sendiri. Sebagaimana hakikat dari perkembangan yang membutuhkan campur tangan dari orang lain di sekelilingnya terutama orang tuanya sendiri.

Peranan orang tua dibutuhkan untuk membekali anak sehingga anak memiliki perilaku yang baik dan tidak melakukan perilaku menyimpang di sekolah. Namun pada kenyataannya masih banyak terdapat anak yang dalam perkembangan perilakunya menjadi anak yang nakal sebagai akibat kurangnya pengaruh perhatian orang tua terhadap anak. Adapun kenyataan ini seperti yang terjadi di kecamatan Parindu khususnya anak yang bersekolah di SMA Karya Kasih Parindu dimana masih terdapat adanya anak yang melakukan  perilaku menyimpang seperti membawa HP ke sekolah, berkelahi secara individual di lingkungan sekolah, tidak menggunakan pakaian seragam sesuai aturan sekolah dan lain-lain yang akhirnya berdampak negatif bagi anak itu sendiri.

ANTROPOLOGI

Antropologi

adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budayamasyarakatsuatu etnistertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orangEropa  yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggaldalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip sepertisosiologitetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca:
anthropos
) yang berarti “manusia” atau”orang”, dan
logos
yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk  biologis sekaligus makhluk sosial.Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiapdimensi kemanusiannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi daridisiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan/ perbedaan budayaantar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehinggametode antropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitan pada pendudukyang merupakan masyarakat tunggal.
Definisi Antropologi menurut para ahli
William A. Havilan: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusahamenyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
David Hunter :Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatastentang umat manusia.
Koentjaraningrat: Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia padaumumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakatsertakebudayaan  yang dihasilkan.Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yangmempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan(cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yanglainnya berbeda-beda.Seperti halnyasosiologi, antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapandalam perkembangannya.Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut:
Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)
Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa diEropamulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dariAfrika,Amerika,Asia, hingga keAustralia. Dalam penjelajahannya mereka banyak  menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpaisuku-sukuyang asing bagi mereka.Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asingtersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat,atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenaldengan bahanetnografiatau deskripsi tentang bangsa-bangsa.Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abadke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikanseluruh himpunan bahan etnografi.
Fase Kedua (tahun 1800-an)
Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusimasyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggapEropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannyaPada fase ini, Antopologi bertujuanakademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
Fase Ketiga (awal abad ke-20)
Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangunkolonidi benua lain sepertiAsia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yangkurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudianmenaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.
Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)
Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asliyang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa,Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara didunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial,dan kesengsaraan yang tak berujung. Namun pada saat itu juga, muncul semangatnasionalismebangsa-bangsa yang dijajah Eropauntuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yangtelah menjajah mereka selama bertahun-tahun.Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukankepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalamanEropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

PEMBANGUNAN SEBAGAI STUDI INTERDISIPLINER

Di Indonesia, kata perbangunan sudah menjadi kata kunci bagi segala hal. Secara umum, kata ini diartikan sebagai usaha untuk memajukan memajukan kehidupan masyarakat dan warganya. Seringkali, kemajuan yang dimaksud terutama adalah kemajuan material. Maka,pembangunan seringkali diartikan kemajuan yang dicapai oleh sebuah masyarakat di bidang ekonomi.

Kemudiaan, atas nama pembangunan, pemerintah juga sering memberangus kritik yang muncul dari masyarakat. Kritik tersebut dinilai dapat mengganggu stabilitas politik adalah sarana penting untuk memungkinkan pelaksanaan pembangunan. Demikianlah, pada tahun 1990, pementasan-pementasan Teater Koma dan pembacaan sajak oleh W.S Rendra yang mempersoalkan nasib orang kecil yang tersingkir dilarang. Para pemimpin redaksi surat kabar mendapatkan imbauan dari penguasa untuk tidak memuat lagi tulisan dari beberapa pemikir yang bersifat kritis terhadap pemerintah. Disini pembangunan dipakai sebagai ideologi polotik yang memberikan keabsahan bagi pemerintah yang berkuasa untuk menbatasi orang-orang yang mengkritiknya.

Apakah sebenarnya arti pembangunan itu? sebelum kita memasuki pembahasan yang lebih kompleks, barangkali ada baiknya kalau kita menelusuri perkembangan makna dari istilah yang sangat populer ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.